Umroh bukan sekadar rangkaian gerakan ibadah, melainkan perjalanan hati yang sarat dengan doa, harap, dan penghambaan kepada Allah ﷻ. Di Tanah Suci, setiap langkah jamaah diiringi kesempatan berdoa yang sangat luas, baik doa yang dicontohkan Rasulullah ﷺ maupun doa yang dipanjatkan dengan bahasa sendiri.
Sayangnya, masih banyak jamaah yang mengira doa umroh harus dihafalkan secara kaku, atau justru bingung kapan dan apa yang sebaiknya dibaca. Padahal, doa dalam umroh bersifat fleksibel selama tidak bertentangan dengan syariat.
Melalui artikel pilar ini, BISAUMROH Indonesia menyajikan panduan lengkap doa-doa umroh, mulai dari niat ihram, thawaf, sa’i, hingga doa di tempat-tempat mustajab, lengkap dengan penjelasan agar jamaah lebih khusyuk dan tenang dalam beribadah.
Pentingnya Doa dalam Ibadah Umroh
Doa adalah inti dari ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa adalah ibadah.”
(HR. Tirmidzi)
Dalam umroh, jamaah berada di tempat dan waktu yang sangat mulia. Masjidil Haram, Ka’bah, Multazam, dan Raudhah adalah lokasi yang dikenal sebagai tempat mustajab doa. Oleh karena itu, memahami doa-doa umroh akan membantu jamaah memaksimalkan setiap momen berharga di Tanah Suci.
Namun perlu dipahami, tidak ada doa wajib tertentu dalam setiap rangkaian umroh. Yang terpenting adalah kehadiran hati, keikhlasan, dan kesungguhan dalam bermunajat kepada Allah.
Doa Niat Ihram Umroh
Ihram adalah pintu masuk ibadah umroh. Niat dilakukan di dalam hati, sedangkan bacaan lisan bertujuan membantu melafalkan niat.
Bacaan niat umroh:
“Labbaika ‘umratan”
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu untuk berumroh.”
Setelah niat, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah:
“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak.”
Talbiyah dibaca terus hingga menjelang thawaf.
Doa Masuk Masjidil Haram
Saat pertama kali memasuki Masjidil Haram, dianjurkan membaca doa masuk masjid:
“Allahummaftah lii abwaaba rahmatik.”
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Melihat Ka’bah untuk pertama kalinya adalah momen yang sangat menggetarkan hati. Banyak ulama menganjurkan jamaah untuk memperbanyak doa pribadi pada saat ini, karena termasuk waktu yang mustajab.
Doa Thawaf Umroh
Thawaf dilakukan sebanyak 7 putaran mengelilingi Ka’bah, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama.
Doa di Hajar Aswad
Jika memungkinkan mencium atau menyentuh Hajar Aswad, dianjurkan membaca:
“Bismillah, Allahu Akbar.”
Jika tidak memungkinkan, cukup mengangkat tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Ini adalah doa yang paling sering dibaca karena memiliki dalil yang jelas:
“Rabbanaa aatina fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.”
Artinya:
“Ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa Selama Thawaf
Selain doa di atas, jamaah boleh membaca:
- Dzikir
- Shalawat
- Istighfar
- Doa pribadi dengan bahasa sendiri
Tidak dianjurkan memaksakan membaca buku doa jika mengganggu kekhusyukan.
Doa Setelah Thawaf
Setelah thawaf, jamaah melaksanakan shalat sunnah thawaf dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
Setelah shalat, dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir, memohon ampunan, serta memanjatkan hajat dunia dan akhirat.
Doa Minum Air Zamzam
Saat minum air zamzam, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah)
Doa yang dianjurkan:
“Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wa syifaa’an min kulli daa’.”
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”
Doa Sa’i antara Shafa dan Marwah
Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di Marwah, dilakukan sebanyak 7 kali.
Doa di Bukit Shafa dan Marwah
Saat berada di Shafa dan Marwah, dianjurkan membaca:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
Dilanjutkan dengan doa pribadi.
Doa Selama Sa’i
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca selama sa’i. Jamaah dianjurkan memperbanyak:
- Dzikir
- Shalawat
- Doa sesuai hajat masing-masing
Doa Tahallul
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut minimal tiga helai.
Saat tahallul, dianjurkan berdoa agar Allah menerima ibadah umroh dan menjadikannya umroh yang mabrur.
Tidak ada bacaan khusus yang wajib, namun dianjurkan membaca doa kebaikan dan ampunan.
Doa di Multazam
Multazam adalah area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa.
Jamaah dianjurkan memanjatkan doa apa pun yang diinginkan, terutama:
- Ampunan dosa
- Kebaikan keluarga
- Keselamatan iman
- Husnul khatimah
Berdoalah dengan penuh harap dan kerendahan hati.
Doa di Masjid Nabawi dan Raudhah
Bagi jamaah yang berkesempatan ke Madinah, Raudhah adalah tempat yang sangat utama untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak doa, shalawat, dan dzikir.
Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Sendiri?
Jawabannya: boleh dan dianjurkan.
Allah ﷻ Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya. Berdoa dengan bahasa yang dipahami justru membantu kekhusyukan dan keikhlasan.
Doa-doa dalam bahasa Arab yang diajarkan Rasulullah ﷺ tetap utama, namun doa pribadi dengan bahasa sendiri juga sangat dianjurkan.
Tips Agar Doa Umroh Lebih Mustajab
Luruskan niat hanya karena Allah
Berdoa dengan hati yang hadir
Perbanyak istighfar sebelum berdoa
Tidak tergesa-gesa
Yakin bahwa Allah Maha Mendengar
Hindari terlalu sibuk merekam atau memotret hingga melalaikan doa.
Kesalahan Umum Jamaah dalam Berdoa Saat Umroh
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Menganggap doa harus hafalan tertentu
- Terlalu fokus membaca buku doa tanpa memahami maknanya
- Takut salah sehingga jarang berdoa
- Kurang memanfaatkan waktu mustajab
Dengan pemahaman yang benar, jamaah dapat berdoa dengan lebih tenang dan khusyuk.
Penutup
Doa adalah ruh dari ibadah umroh. Tidak ada bacaan yang memberatkan, tidak ada tuntutan harus sempurna secara lafaz, yang terpenting adalah keikhlasan dan kehadiran hati di hadapan Allah ﷻ.
Semoga doa-doa umroh yang dipanjatkan menjadi wasilah diampuninya dosa, dikabulkannya hajat, dan diterimanya ibadah sebagai umroh yang mabrur.
Bersama BISAUMROH Indonesia, jamaah tidak hanya dibimbing secara teknis, tetapi juga diarahkan agar umroh menjadi perjalanan spiritual yang bermakna dan berbekas dalam kehidupan.